SOTO




Hallo...

Selamat membaca lagi di blog saya, tentang pengetahuan pengetahuan sederhana, tapi belum tentu agan mengetahuinya.

Kemarin kita sudah bicara soal "Bakso", saya ingin berbicara lagi tentang salah satu kuliner nasional yang sebenarnya di setiap daerah juga sangat beragam macamnya.

Namanya adalah "SOTO"

Kalau bicara soto mungkin akan terlalu luas pembahasannya, karena soto itu sendiri seperti halnya bakso, masih belum di ketahui secara pasti darimana asalnya.

Penulis disini akan mencoba merangkum dari beberapa sumber, nah nanti akan ada secara khusus penulis akan menginformasikan soto yang sudah penulis kenal yang merupakan salah satu ikon daerah tempat penulis tinggal yaitu soto banjar.

Nama soto sendiri sebenarnya banyak, ada yang bilang bahwa soto itu adalah sroto, sauto, tauto, atau coto.

Nama yang di sebutkan di atas kebanyakan disesuaikan dengan bahasa daerah dimana soto itu sendiri di buat.

Menurut wikipedia, soto adalah : adalah makanan khas Indonesia seperti sop yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Daging yang paling sering digunakan adalah daging sapi dan ayam, tetapi ada pula yang menggunakan daging babi atau kambing.

Sedangkan macam soto itu terdiri atas dua yaitu :

a. Berdasarkan daerahnya contohnya :  soto Madura, soto Kediri, soto pemalang , soto Lamongan, soto Jepara, soto Semarang, soto Kudus, soto Betawi, soto Padang, soto Bandung, sroto Sokaraja, soto Banjar, soto Medan, dan coto Makassar.

b. Berdasarkan kandungannya contohnya :  soto ayam, soto babat, dan soto kambing . Ada Soto yang dibuat dari Daging Kaki Sapi yang disebut dengan Soto Sekengkel.

Untuk penyajiannya soto berbeda-beda sesuai kekhasan di setiap daerah. Soto biasa dihidangkan dengan nasi, lontong, ketupat, mi, atau bihun disertai berbagai macam lauk, misalnya kerupuk, perkedel, emping, sambal, dan sambal kacang. Ada pula yang menambahkan telur puyuh, sate kerang, jeruk limau, dan koya.

Menurut situs sejarawan.wordpress.com dan notes facebook dari koran-fesbuk di katakan bahwa Menurut buku karya Dennys Lombard (Nusa Jawa: Silang Budaya), disebutkan asal mula Soto adalah makanan Cina bernama Caudo, yang pertama kali populer di wilayah Semarang. Dari Caudo lambat laun menjadi Soto, dan di mungkinkan bahwa soto itu muncul sekitar abad pertengahan 18.

Dan lagi oleh koran-fesbuk dikatakan bahwa menurut Chef Dosniroha Sitompul, mengungkapkan masing-masing daerah mempunyai filosofi tersendiri dalam hal masakan berkuah ini. Filosofi itu bisa tergantung di mana soto pertama kali diciptakan, dan isi dalam soto itu. Misalnya saja Soto Bangkong, bukan berarti soto itu berisi daging katak. Namun, nama soto Bangkong tercipta karena berasal dari sebuah kampung di Semarang. "Arti nama soto dan isi dalam soto tidak selamanya sama," kata Chef Dosniroha

Dari situs sejarahwan.wordpress.com menulis juga bahwa menurut Antropolog dari Universitas Gadjah Mada, Dr Lono Simatupang, menurut dia, soto merupakan campuran dari berbagai macam tradisi. Di dalamnya ada pengaruh lokal dan budaya lain. Mi atau soun pada soto, misalnya, berasal dari tradisi China. China-lah yang memiliki teknologi membuat mi dan soun, ujarnya.

Soto juga kemungkinan mendapat pengaruh dari budaya India. Ada beberapa soto yang menggunakan kunyit. Ini seperti kari dari India, ujarnya. Karena soto merupakan campuran dari berbagai tradisi, ungkap Lono, asal usulnya menjadi sulit ditelusuri. Soto itu seperti dangdut yang mendapat pengaruh dari berbagai tradisi. Ya, sudah kita terima saja.

Bagaimana soto bisa menyebar ke berbagai daerah di Indonesia? Secara antropologi, sebuah makanan menyebar seiring dengan penyebaran manusia. Makanan yang tersebar itu kemudian bisa diterima di tempat lain. Selain itu, makanan juga menyebar karena ada proses industri. Penyebaran ini, lanjut Lono, diikuti dengan upaya pelokalan. Proses pelokalan soto mungkin sama seperti pelokalan Islam maupun Kristen di Indonesia. Inilah yang mengakibatkan muncul berbagai jenis soto di Indonesia.

Ada juga yang menulis di situs Food-oo.blogspot.co.id bahwa masakan termirip soto yang menggunakan kata 'cau' adalah masakan Vietnam bernama 'Cau Lau' - meski pada masakan ini pun belum tentu menggunakan kuah. Atau justru lebih masuk ke Pho - semacam bakmi kuah a la Vietnam (nah lho tambah pusing kan)

khusus untuk soto di Food-oo.blogspot.co.id juga setuju bahwa soto juga ada pengaruh dari India seperti terpengaruh tradisi India karena soto menggunakan kunyit. Menurutku, soto yang sangat terpengaruh kebudayaan India adalah soto yang  menggunakan santan untuk campuran kuahnya - seperti Soto Medan dan Soto Kediri.

Entah apakah benar atau tidak saat ini penulis belum menemukan mana yang betul betul di akui oleh sejarah, karena penulis bukan seorang sejarahwan, hehehe... (tapi yang pasti soto itu enak tho....)






Ok... seperti penulis tulis penulis sekalian akan menulis tentang salah satu masakan kesukaan penulis selain bakso, sate dan ice cream, yaitu 'SOTO BANJAR"

Kembali lagi menurut wikipedia, soto banjar adalah  soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat.[1]

Seperti halnya soto ayam, bumbu soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tetapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu dihidangkan.

Penjual soto Banjar menyajikan sate ayam sebagai menu pendamping (pada blog saya nanti ini akan di bahas juga). Nasi sop adalah sebutan untuk soto Banjar yang dikuahkan ke sepiring nasi dan tidak berisi ketupat.

Menurut www.negerikuindonesia.com,Soto Banjar ini menggunakan ayam kampung sebagai bahan utamanya. Bumbu yang di haluskan berupa bawang merah, bawang putih, merica. Bumbu rempah yang di gunakan berupa kapulaga, cengkeh, kayu manis dan pala. Pada proses pembuatannya, ayam di rebus bersama garam, daun salam dan jahe hingga empuk. Setelah ayam empuk lalu di angkat, kemudian bumbu yang di haluskan dan bumbu rempah tadi di tumis hingga harum kemudian di masukan kedalam air kaldu. Campuran bumbu yang di tumis dan kaldu ayam tadi akan memberikan aroma dan cita rasa yang sedap pada kuah Soto Banjar.

Soto Banjar berbeda dengan soto di Indonesia pada umumnya. Berbagai bahan pelengkap yang di gunakan seperti mie soun, ketupat yang di potong kecil, irisan telur rebus, perkedel kentang, daun bawang dan batang seledri. Pada proses penyajiannya, ayam yang sudah di matang tadi disuwir – suwir. Kemudian mie soun, perkedel kentang dan ketupat tadi di siapkan kedalam mangkok bersama ayam yang di suwir tadi. Tidak lupa taburkan irisan batang seledri  dan daun bawang. Kemudian bahan yang sudah di masukan kedalam mangkok tersebut di siram dengan kuah. Untuk menabah cita rasa, kita bisa menggunakan jeruk nipis, bawang goreng, sambal dan kecap manis.

Jadi bila agan sekalian mampir ke Kalimantan Selatan, tidak ada salahnya untuk mencoba kuliner ini.

Ok...Demikianlah pengenalan masakan bernama SOTO di Indonesia dan juga SOTO Banjar, semoga Menambah pengetahuan akan kuliner di Indonesia ini.

Sumber :

- https://id.wikipedia.org/wiki/Soto
- https://id.wikipedia.org/wiki/Soto_Banjar
- https://sejarawan.wordpress.com/2008/06/03/soto-akulturasi-cina/
- https://www.facebook.com/notes/koran-fesbuk/sekilas-tentang-asal-mula-cita-rasa-soto/10150222325954532/
- http://food-oo.blogspot.co.id/2011/08/asal-muasal-soto.html
- http://www.negerikuindonesia.com/2015/04/soto-banjar-kuliner-tradisional.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sendok dan Garpu yang begitu mesranya.

Hari yang baru